Koordinator Agama Hindu UM, Prof. Dr. I Nyoman Ruja, S.U., menyampaikan harapan agar esensi Nyepi dapat dipahami secara mendalam.

Malang –Universitas Negeri Malang (UM), melalui UPT Laboratorium Pendidikan Agama (LPA), menyelenggarakan Seminar Nyepi Agama Hindu Tahun Baru Saka 1947 dengan tema “Melalui Nyepi Caka 1947, Umat Hindu UM Perkuat Introspeksi, Pelayanan, dan Pengabdian dalam Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis dan Berkelanjutan” pada Sabtu (17/05) di Gedung Sasana Krida UM. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UM, Kepala UPT LPA UM, Koordinator Agama Hindu UM, dosen-dosen Hindu, dua narasumber utama, serta peserta dari berbagai lembaga kerohanian Hindu di Kota Malang.

Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan keimanan dan menjadi sarana merawat keberagaman di lingkungan UM,” ujarnya.

Kepala UPT LPA UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., juga mengajak peserta untuk aktif mendukung kegiatan keagamaan. “Masih ada dua rangkaian kegiatan keagamaan Hindu ke depannya. Mari kita ramaikan bersama agar semakin semarak dan membawa kebaikan bagi kampus serta seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Koordinator Agama Hindu UM, Prof. Dr. I Nyoman Ruja, S.U., menyampaikan harapan agar esensi Nyepi dapat dipahami secara mendalam. “Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menggali makna Nyepi dalam pencerahan yang disampaikan para pemateri,” tuturnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ir. I Gusti Putu Raka Arthama, M.M.T., Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur, dan Dr. I Nengah Parta, S.Pd., M.Si., dosen Departemen Matematika UM sekaligus praktisi Hindu. Dalam pemaparannya, Ir. I Gusti membahas pentingnya Catur Brata Penyepian sebagai pondasi pembentukan karakter luhur manusia yang selaras dengan ajaran Catur Asrama dan Catur Purusa Artha. “Semakin muda usia kita, semakin besar tantangan menjalankan Catur Brata. Mari kita perkuat komitmen spiritual untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter,” pesannya.

Dr. I Nengah Parta memaparkan pentingnya pelayanan dan pengabdian kepada sesama sebagai implementasi nilai-nilai Catur Brata. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan momentum Nyepi sebagai refleksi diri dan memperkuat kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara ini semakin meriah dengan penampilan Tari Sekar Jagat sebagai simbol keharmonisan dan persembahan lagu, yang menambah suasana kebersamaan.

Seminar Nyepi ini menjadi wujud komitmen UM dalam mendukung keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh (SDG 16). Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan spiritual mahasiswa Hindu di lingkungan UM.

Sumber: um.ac.id/berita/seminar-nyepi-um-menggali-makna-kehidupan-harmonis-dan-berkelanjutan/
Pewarta: Rimala Maulina – Internship Humas UM
Foto: Lingga Guritno – Internship Humas UMUM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
            Budi Purwanto-UPT LPA UM