Idul Fitri: Momentum kembali ke Fitrah Kemanusiaan
Nur Mutamakkin, M.Pd.
Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra, UM
Pendahuluan
Idul Fitri adalah salah satu hari raya besar umat Islam yang dirayakan dengan penuh suka cita oleh masyarakat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Hari yang ditunggu-tunggu ini sering kali disebut sebagai “hari kemenangan” karena menandai akhir dari bulan suci Ramadhan, di mana umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh. Namun, dalam euforia perayaan tersebut, seringkali muncul pertanyaan: apakah benar kita telah mencapai kemenangan? Jika iya, kemenangan seperti apa dan untuk siapa?
Secara umum, kemenangan dapat dipahami sebagai berhasilnya seseorang mengalahkan musuh atau tantangan yang dihadapinya. Dalam konteks puasa Ramadhan, musuh utama yang dihadapi oleh setiap individu adalah hawa nafsu, yakni dorongan untuk melakukan hal-hal yang mungkin terlihat memikat dan menggiurkan, tetapi justru dapat menjauhkan manusia dari ketakwaan kepada Allah. Hawa nafsu tidak muncul sebagai musuh yang mengerikan atau menakutkan, tetapi justru hadir dalam bentuk yang menyenangkan dan memikat, sehingga tantangan untuk mengalahkannya menjadi sangat berat.l-Qurthubi).