MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah strategis dalam upaya menangkal penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan tinggi melalui penguatan riset kolaborasi nasional yang berfokus pada moderasi beragama. Inisiatif ini dilaksanakan sebagai respons terhadap ancaman serius radikalisme yang dapat mengancam stabilitas sosial dan keamanan nasional Indonesia.
Penelitian kolaboratif yang melibatkan tiga perguruan tinggi terkemuka ini dilaksanakan melalui kemitraan strategis antara UM dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Riset ini dinahkodai oleh Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, M. Ag. beserta anggota penelitinya yaitu, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I. dan Dr. Nur Faizin, M.A., M.Philo. (UM) , Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. (UPI), dan Ridwan, Ph. D. (UIII). Kerja sama trilateral ini dirancang untuk mengembangkan strategi pencegahan radikalisasi yang komprehensif melalui pendekatan akademik dan penelitian mendalam.
Rangkaian kegiatan penelitian ini diselenggarakan dalam dua tahap penting pada akhir Mei 2025. Tahap pertama dilaksanakan pada 27 Mei 2025 di kampus UPI Bandung, berupa survei komprehensif mengenai penerapan moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan kampus.
Tahap kedua berlangsung pada 28 Mei 2025 di UIII Jakarta, berbentuk Focus Group Discussion (FGD) yang membahas solusi konkret untuk mengatasi paham radikal yang telah mengakar di masyarakat melalui penguatan moderasi beragama. FGD ini dihadiri oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara, memberikan perspektif global dalam memahami fenomena radikalisme dan solusi pencegahannya.
Proyek penelitian ambisius ini telah diluncurkan pada awal tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan UM dalam memperkuat peran akademik menghadapi tantangan radikalisme kontemporer. Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag, Wakil Rektor 3 UM, menegaskan bahwa penelitian ini merupakan upaya sistematis untuk mengembangkan model pencegahan radikalisasi yang dapat diterapkan di seluruh perguruan tinggi Indonesia.
Program ini tidak hanya berfokus pada penelitian semata, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aktivitas akademik seperti seminar nasional, lokakarya, dan program penelitian bersama yang melibatkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang holistik dan berkelanjutan.
Menurut tim peneliti, radikalisme di lingkungan pendidikan tinggi telah menjadi perhatian serius karena potensinya dalam merusak harmoni sosial dan mengancam keutuhan bangsa. Melalui penelitian kolaboratif ini, ketiga universitas berupaya merumuskan strategi preventif yang efektif, berbasis riset ilmiah, dan dapat diimplementasikan secara nasional.
Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menjadi referensi kebijakan bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam mengembangkan program deradikalisasi yang lebih efektif. UM optimis bahwa melalui kerja sama akademik yang solid, Indonesia dapat menjadi model global dalam menangkal radikalisme melalui pendekatan moderasi beragama yang inklusif dan berkelanjutan.