Mindfulness dalam Beribadah

Achmad Sultoni

Dosen PAI ,Universitas Negeri Malang (UM)

Pendahuluan

Salah satu persoalan yang dihadapi manusia zaman teknologi informasi saat ini adalah mendua bahkan meniga saat melakukan aktifitas atau pekerjaan. Tidak sedikit di antara kita dalam sebuah momen melakukan dua atau tiga kegiatan pada saat yang sama. Kondisi ini dapat terjadi saat kita melakukan aktifitas serius dan penting seperti bekerja, contohnya rapat daring plus luring pada saat bersamaan. Namun tidak jarang kita lakukan saat kita beraktifitas ringan dan santai seperti menikmati makanan atau minuman, misalnya makan sambil ‘bermain’ handphone. Di zaman ini, kebiasaan multi-tasking atau multi-activity nampaknya dianggapwajar, bahkan banyak manfaatnya setidaknya dalam hal efektifitas pekerjaan atau waktu. Akan tetapi kebiasaan ini sebenarnya berdampak negative bagi kesejahteraan psikologis manusia. Orang yang terbiasa melakukan multi-activity rentan tidak menikmati aktifitas yang dialakukan sebab ia harus membagi fokus, pikiran, dan perhatian pada beberapa hal pada saat yang sama. Kondisi ini
selanjutnya sangat mungkin mengurangi kepuasan dan kesenangan dalam beraktifitas.

Multi-activities Saat Beribadah

Entah karena kebiasaan multi-activity yang sering dilakukan manusia masa kini atau terdapat penyebab lain, sebagian dari kita terkadang mendua saat melaksanakan aktifitas ibadah. Hal ini umumnya terjadi saat kita melaksanakan ibadah yang melibatkan hati/pikiran sekaligus jasmani dan bersifat rutinitas. Sebagai contoh, saat sedang beribadah shalat, di antara kita bisa jadi memikirkan urusan duniawi seperti pekerjaan atau persoalan yang dihadapi. Itu berarti kita beribadah sambil memikirkan urusan duniawi kita. Contoh lain kejadian mendua dalam beribadah adalah saat kita membaca al- Qur’an atau berzikir. Pada saat lisan kita melantunkan firman atau nama Allah, tidak jarang pikiran kita melayang pada urusan-urusan lain. Begitu juga saat kita berdoa, sesekali doa tersebut hanya berhenti di lisan kita karena pada saat tersebut pikiran kita melayang entah kemana. Perilaku mendua atau multi-activities mungkin dipandang fenomena biasa dan pantas-pantas saja. Namun jika hal inidilakukan saat beribadah nampaknya kitasepakat bahwa prilaku mendua ini tidak elok. Bagaimana prilaku mendua akan dipandang pantas karena yang sedang kita duakan adalah Tuhan? Saat kita beribadah, fokus kita seharusnya adalah kegiatan ibadah dan Tuhan yang sedangkita sembah. Pada saat shalat, kita sedang menghadap dan menyembah Allah. Saat berdoa, kita sedang meminta dan merayu Allah. Jelas tidak layak kita beribadah sambil melakukan aktifitas lain. Oleh karena itu,sudah waktunya kita jadikan ibadah kita sebagai sarana berduaan dengan Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya agar kita menjadi hamba yang bertaqwa dan layak.