Kedudukan Ilmu dan Ulama dalam al-Quran
Nur Faizin
Dosen PAI, Universitas Negeri Malang (UM)
Pendahuluan
Salah satu ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia adalah berupa ketakutan. Ketakutan terhadap wabah Covid-19 membuat pemerintah menghentikan pembelajaran di sekolah sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya agar melakukan pembelajaran secara daring (online). Namun pembelajaran secara daring kerap kali meninggalkan permasalahan, yaitu kurang maksimalnya sebuah proses belajar mengajar itu sendiri. Tulisan ini ingin kembali menegaskan kepada kita, kepada para orangtua agar dalam kondisi apapun dan bagaimana pun, putra putri kita tetap mendapatkan kesempatan yang maksimal untuk belajar ilmu pengetahuan terutama ilmu ilmu agama yang akan menyelamatkan manusia dari siksa Allah SWT. Pesan ini penting disampaikan karena betapa tinggi kedudukan ilmu hingga di dalam al-Quran Allah SWT banyak sekali menunjukkan keutamaan ilmu itu dalam berbagai ayatnya. Antara lain adalah firman Allah SWT:
اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ ٢
Artinya : Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama (QS. Fathir: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa para orang yang berilmu saja yang mampu benar- benar bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang tidak mempunyai ilmu kerap kali menyangka dirinya sudah melakukan perintah Allah, sudah menjauhi larangan- Nya, namun pada hakikatnya justru dia sedang menghina dan merendahkan Allah SWT dengan perbuatan yang dilakukan. Dalam istilahnya, hal ini disebut sebagai jahil murakkab (seorang yang tidak menyadari bahwa dirinya dalam kondisi tidak mengerti). Keistimewaan ilmu juga dapat kita temukan di saat Allah SWT menciptakan nabi Adam AS. Pertama kali saat menciptakan Adam, Allah SWT tidak langsung menyuruh para malaikat untuk hormat dengan bersujud kepadanya, namun Allah SWT terlebih dahulu mengkondisikan agar Adam menjadi makhluk yang layak mendapat kehormatan disujudi oleh para malaikat, yaitu dengan cara Allah SWT mengajarkan terlebih dahulu tentang ilmu, ilmu tentang nama-nama segala sesuatu.
Kedudukan Ilmu dan Ulama dalam al-Quran
Nur Faizin
Dosen PAI, Universitas Negeri Malang (UM)
Pendahuluan
Salah satu ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia adalah berupa ketakutan. Ketakutan terhadap wabah Covid-19 membuat pemerintah menghentikan pembelajaran di sekolah sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya agar melakukan pembelajaran secara daring (online). Namun pembelajaran secara daring kerap kali meninggalkan
permasalahan, yaitu kurang maksimalnya sebuah proses belajar mengajar itu sendiri. Tulisan ini ingin kembali menegaskan kepada kita, kepada para orangtua agar dalam kondisi apapun dan bagaimana pun, putra putri kita tetap mendapatkan kesempatan yang maksimal untuk belajar ilmu pengetahuan terutama ilmu ilmu agama yang akan menyelamatkan manusia dari siksa Allah SWT. Pesan ini penting disampaikan karena betapa tinggi kedudukan ilmu hingga di dalam al-Quran Allah SWT banyak sekali
menunjukkan keutamaan ilmu itu dalam berbagai ayatnya. Antara lain adalah firman Allah SWT:
اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ ٢
Artinya : Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama (QS. Fathir: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa para orang yang berilmu saja yang mampu benar- benar bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang tidak mempunyai ilmu kerap kali menyangka dirinya sudah melakukan perintah Allah, sudah menjauhi larangan- Nya, namun pada hakikatnya justru dia sedang menghina dan merendahkan Allah SWT dengan perbuatan yang dilakukan. Dalam istilahnya, hal ini disebut sebagai jahil murakkab (seorang yang tidak menyadari bahwa dirinya dalam kondisi tidak mengerti). Keistimewaan ilmu juga dapat kita temukan di saat Allah SWT menciptakan nabi Adam AS. Pertama kali saat menciptakan Adam, Allah SWT tidak langsung menyuruh para malaikat untuk hormat dengan bersujud kepadanya, namun Allah SWT terlebih dahulu mengkondisikan agar Adam menjadi makhluk yang layak mendapat kehormatan disujudi oleh para malaikat,
yaitu dengan cara Allah SWT mengajarkan terlebih dahulu tentang ilmu, ilmu tentang nama-nama segala sesuatu.