Belajarlah Bahagia dari Dunia Sufi
Dr. Achmad Sultoni, S.Ag. M.Pd.I.
Dosen Departemen Sastra Arab, Fakultas Sastra, UM

Pendahuluan
Secara umum dapat dinyatakan bahwa perjalanan hidup manusia di dunia ini pasti akan bertemu dengan kesenangan dan kesedihan. Lazimnya, ketika berhadapan dengan masalah atau keinginan yang tidak tercapai, manusia merasa sedih, galau, dan marah. Sebaliknya, manusia bersikap senang, gembira, dan bahagia manakala harapannya terwujud dan kemauannya tercapai.

Dua sikap dan rasa dalam menjalani hidup tersebut merupakan sebuah kewajaran dan manusiawi dialami manusia. Namun bisa jadi sebagian manusia ingin hidupnya senantiasa berada dalam dalam keadaan bahagia, meski bisa jadi ia tahu bahwa di dunia yang tak sempurna ini, masalah dan harapan yang tercapai pasti ada. Terlebih bagi bagi sebagian manusia yang sering menghadapi masalah dalam hidupnya. Kesenangan dan kebahagiaan menjadi sesuatu yang didambakan. Tapi bagaimana caranya?.