Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

LP3 UM

Menjelang bulan suci Ramadhan, Nabi Muhammad SAW berpidato di hadapan para sahabatnya. Khutbah di penghujung bulan Sya’ban tersebut berisi keistimewaan bulan Ramadhan dan anjuran untuk meningkatkan ibadah, baik ritual maupun sosial. Khutbah tersebut bisa dibaca dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah. Meski sebagian ahli menyebut hadits ini dhaif (lemah), isinya bisa tetap diamalkan karena terkait dengan fadhailul a’mal (keutamaan amal) dengan maksud memotivasi umat Islam untuk melakukan amal sholih. Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan:“Hadits dhaif lebih aku cintai dari pendapat akalseseorang.” Terlebih lagi sebagian isi hadits inimemiliki persamaan dengan hadits yang sahih. Berikut ini khutbah Rasulullah SAW tersebut. Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandanghamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.