Maulid Nabi Dan Shalawatan: Wujud Cinta Kepada Rasulullah SAW
Dr. Ibnu Samsul Huda, S.S., M.A
Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra, UM
Mengapa Maulid Nabi
Terdapat dua istilah yang kerap digunakan untuk merujuk pada momen yang penuh kebahagiaan, yaitu kelahiran manusia terpilih, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pertama, terdapat istilah “maulid” yang berarti tempat atau waktu kelahirannya. Kedua, kita memiliki istilah “maulud” yang mengacu pada orang yang dilahirkan. Apabila kita menggabungkan istilah ini dengan kata “nabi,” maka kita memperoleh “Maulid Nabi,” yang esensinya hampir sama, yaitu merujuk kepada momen kelahiran rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat istimewa.
Bagaimana kita tidak bersuka cita dengan dilahirkannya manusia terbaik, rasulullah Muhammad shalallau ‘alaihi wa sallam. Setiap kita pastinya bersuka cita dengan lahirnya anak atau cucu kita. Apalagi ini adalah kelahiran seorang nabi yang menjadi pembawa risalah Islam, pedoman menuju kebahagiaan dunia dan akherat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam wajib kita cintai melebihi siapapun di alam raya ini, jadi bersuka cita dengan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW adalah sebuah keniscayaan.