Menerjemahkan Gaya Bahasa Pronomina Dalam Al-Qur’an
Dr. Nur Faizin, Lc. MA, M.Philo
Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra, UM
Pendahuluan
Perubahan gaya bahasa pronomina orang dalam Al-Qur’an menjadi salah satu tantangan utama dalam terjemahan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur dan fungsi pronominasi antara bahasa Arab dan bahasa target, seperti bahasa Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi delapan strategi terjemah yang dapat digunakan dalam menerjemahkan perubahan gaya bahasa pronomina orang, yaitu strategi kata demi kata, ekspansi, idiomatik, kompensasi, komunikatif, koheren, fungsional, dan kombinasi. Strategi-strategi ini tidak hanya membantu dalam menyampaikan pesan utama teks sumber (ST), tetapi juga mempertahankan makna dan efek gaya bahasa yang ada di dalamnya.
Salah satu strategi yang paling umum digunakan adalah strategi kata demi kata. Dalam strategi ini, penerjemahan dilakukan dengan mempertahankan struktur kalimat asli dan menerjemahkan setiap kata secara individual. Meskipun strategi ini cenderung kurang fleksibel dalam menangkap nuansa makna, namun tetap memberikan akurasi tinggi dalam penyampaian informasi. Contohnya, dalam penerjemahan ayat-ayat Al-Qur’an, penggunaan kata “mereka” untuk menggantikan “kamu” sering kali dilakukan tanpa adanya penyesuaian makna yang signifikan. Namun, hal ini bisa menyebabkan kebingungan bagi pembaca jika tidak dijelaskan lebih lanjut.