Menyambut Tamu Agung Ramadhan

Dr. Achmad Sultoni, S.Ag, M.Pd.I

Dosen Departemen Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Pengantar
Tahun 2023 ini umat Islam akan menjalani bulan Ramadhan di awal tahun, tepatnya di bulan Maret. Ramadhan tahun ini bertepatan dengan tahun 1444 H sesungguhnya tidak banyak berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya terletak lebih pada bagaimana kita memaknai dan menyambut bulan Ramadhan. Lazimnya mayoritas muslim mengetahui keistimewaan bulan ini, tetapi kenyataannya tidak semua muslim menyambutnya dengan hati gembira, dan memanfaatkan berbagai peluang kebaikan dan pahala yang Allah SWT tawarkan di bulan Ramadhan istimewa ini. Banyak muslim bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Selanjutnya mereka menjadikan bulan Ramadhan waktu untuk memperbanyak sedekah, ibadah dan amal sholeh lainnya.

Sebaliknya ada pula sebagian muslim yang menyikapi bulan istimewa ini dengan biasa- biasa saja dan cuek. Bahkan ada diantara mereka ada yang merasa berat dengan datangnya Ramadhan. Entah karena enggan untuk berpuasa seharian selama sebulan, atau karena faktor lain, semisal pendapatannya berkurang, tidak bebas bersenang-senang, dan semacamnya. Mengapa Perlu Disambut Lazimnya suatu kegiatan perlu disiapkan agar berjalan dengan maksimal,maka menjalani ibadah bulan Ramadhan juga perlu disiapkan (disambut) sebelumnya agar kita dapat maksimal melaksanakan berbagai ibadah di bulan mulia yang hanya datang setahun sekali tersebut. Selain itu, terdapat banyak dalil mengenai keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan. Dalam sejumlah ayat al-Qur’an danberbagai hadits dapat kita temukan informasi betapa istimewa bulan ini bagi umat Islam. Dalam al-Qur’an surat al-Qadr : 1-5 disebutkan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya al-Qur’an, dan di dalamnya terdapat malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dan lebih bernilai dari seribu bulan.