Shalawat Lebih Dahsyat Dari Doa Pribadi
Abdul Basid, S.Th.I, M.Th.I, Ph.D
Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra, UM

Pendahuluan
Doa dan shalawat adalah dua bentuk ibadah yang memiliki makna konstruktif, terutama dalam mempererat hubungan antara hamba dan Tuhan-Nya, serta umat Islam dengan Nabi Muhammad SAW. Gus Baha’, seorang ulama besar yang dikenal dengan wawasan luasnya, mengemukakan pandangannya bahwa shalawat itu lebih
dahsyat dari pada doa pribadi.

Hal ini terungkap dalam salah satu kajian beliau yang membahas tentang kedudukan shalawat dan bagaimana umat Islam seharusnya menyikapi doa dan shalawat dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Gus Baha’, shalawat yang panjang dan penuh pujian terhadap Nabi Muhammad SAW jauh lebih tinggi derajatnya daripada doa yang terkadang hanya berfokus pada keinginan pribadi.